Selasa, 30 November 2010

Siklus Penggajian dan Manajemen Sumber Daya Manusia

Dibawah ini merupakan materi dari Sistem Informasi Akuntansi, dimana kelompok kami disuruh untuk menjelaskan bagaimana "Siklus Penggajian dan Manajemen Sumber Daya Manusia".



Perbarui File Induk Penggajian 
         Aktivitas pertama dalam siklus manajemen sumber daya manusia / penggajian melibatkan pembaruan file induk penggajian untuk mencerminkan berbagai jenis perubahan penggajian seperti: mempekerjakan orang baru, pemberhentian, perubahan tingkat gaji, atau perubahan dalam pengurangan diskresi.
         Merupakan hal yang penting untuk diperhatikan bahwa semua perubahan penggajian dimaksudkan tepat pada waktunya dan secara tepat ditampilkan dalam periode pembayaran berikutnya.
         Aktivitas kedua dalam siklus manajemen sumber daya manusia / penggajian adalah memperbarui informasi mengenai tarif dan pemotongan pajak lainnya.
         Perubahan tersebut terjadi ketika bagian penggajian menerima pembaruan mengenai perubahan dalam tarif pajak dan pemotongan gaji lainnya dari berbagai unit pemerintah dan perusahaan asuransi.
         Aktivitas ketiga dalam siklus penggajian adalah memvalidasi data waktu dan kehadiran pegawai.
         Informasi ini datang dalam berbagai bentuk, bergantung pada status pembayaran pegawai.


Validasi Data Waktu dan Kehadiran

Prosedur:
         Departemen penggajian bertanggungjawab validasi catatan waktu pegawai.
         Bagi para pegawai pabrik, validasi melibatkan perbandingan jumlah waktu kerja dengan waktu yang digunakan pada setiap kerja.
         The payroll clerk calculates batch totals and enters them along with the time data.
         The batch totals are recalculated by the computer after subsequent processing steps.
         Data transaksi penggajian dimasukkan melalui terminal online.
         Edit checks are performed on each time and attendance record.

Mempersiapkan Penggajian

         Aktivitas keempat dalam siklus penggajian adalah mempersiapkan penggajian.
         Data mengenai jam kerja diberikan dari departemen tempat pegawai bekerja..
         Informasi tingkat gaji didapat dari file induk penggajian.
         Orang yang bertanggunjawab membuat cek pembayaran tidak dapat membuat rekord baru ke file ini.
         Prosedur:
         Pemrosesan penggajian dilakukan dalam departemen operasi komputer.
         File transaksi penggajian diurut berdasarkan nomor pegawai.
         File data yang telah diurutkan kemudian digunakan untuk membuat cek gaji pegawai.
         Semua potongan penggajian akan dijumlah dan totalnya dikurangkan dari gaji kotor untuk mendapatkan gaji bersih
         Apakah jenis pemotongan penggajian?
         Potongan pajak penghasilan
         Potongan sukarela
         Akhirnya, daftar penggajian dan cek gaji pegawai dicetak.


Membayar Gaji 

Aktivitas kelima adalah pembayaran yang sesungguhnya atas cek gaji ke pegawai.
         Sebagian besar pegawai dibayar dengan menggunakan cek atau dengan penyimpanan langsung gaji bersih ke rekening bank pribadi mereka.
         Prosedur :
         Sekali cek gaji dibuat (dipersiapkan), daftar penggajian dikirim ke bagian hutang usaha untuk ditinjau dan disetujui.
         Voucher pengeluaran kemudian dibuat.
         Voucher pengeluaran dan penggajian kemudian dikirim ke kasir.

Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan

         Perusahaan membayar beberapa pajak penghasilan dan kompensasi pegawai secara langsung
         Hukum federal dan negara bagian juga mensyaratkan perusahaan untuk memberikan kontribusi dalam persentase tertentu ke setiap gaji kotor pegawai, hingga ke batas maksimum tahunan, untuk dana asuransi kompensasi pengangguran federal dan negara bagian.
         Perusahaan sering kali memberikan kontribusi atau menanggung keseluruhan pembayaran premi asuransi kesehatan, cacat, dan jiwa untuk para pegawai.

         Banyak perusahaan juga menawarkan pada para pegawai mereka rencana kompensasi fleksibel.
         Banyak perusahaan menawarkan dan memberikan kontribusi atas pilihan rencana tabungan hari tua.

Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potongan Lain-Lain

         Aktivitas terakhir dalam proses penggajian membayar kewajiban pajak penghasilan dan potongan sukarela lainnya dari setiap pegawai.
         Organisasi harus secara periodik membuat cek atau menggunakan transfer dana secara elektronis untuk membayar berbagai kewajiban pajak yang terjadi.
         Lembaga pemerintah terkait menspesifikasikan waktu untuk pembayaran ini.
         Dana yang secara sukarela dikurangi dari cek gaji pegawai untuk berbagai kompensasi, seperti rencana tabungan gaji, harus dibayarkan ke organisasi terkait.






Tujuan Pengendalian, Ancaman, dan Prosedur

         Fungsi utama kedua dari SIA dalam manajemen SDM / penggajian adalah menyediakan pengendalian internal yang memadai agar dapat memastikan terpenuhinya tujuan-tujuan berikut ini :
1.      Semua transaksi penggajian diotorisasi dengan benar.
2.      Semua transaksi penggajian yang dicatat valid.
3.      Semua transaksi penggajian yang valid dan diotorisasi dicatat
4.      Semua transaksi penggajian dicatat secara akurat.
5.      Peraturan pemerintah terkait yang berhubungan dengan pengiriman pajak dan pengisian laporan penggajian serta MSDM telah dipenuhi.
6.      Aset (baik kas dan data) dijaga dari kehilangan atau pencurian.
7.      Aktivitas siklus manajemen SDM / penggajian dilakukan secara efisien dan efektif.

Kebutuhan Informasi dan Prosedur
         Fungsi ketiga SIA adalah memberikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
         Sistem penggajian harus didesain untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data biaya dengan jenis informasi lainnya agar memungkinkan pihak manajemen membuat jenis keputusan berikut ini :
1        Kebutuhan pegawai di masa mendatang
2        Kinerja pegawai
3        Moral pegawai
4        Efisiensi dan efektivitas pemrosesan penggajian

         Beberapa informasi biasanya diberikan oleh sistem penggajian.
         Informasi lainnya, seperti data tentang keahlian pegawai, biasanya diberikan oleh sistem manajemen SDM.
         Informasi lainnya, seperti data mengenai moral pegawai, biasanya tidak dikumpulkan baik oleh sistem manajemen SDM / penggajian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan Lupa Komentarnya Ya....